Minggu, 01 Desember 2013

BPR Didorong Jadi Community Bank

MAKASSAR,TRIBUN-TIMUR.COM- Bank Indonesia (BI) mendorong bank perkreditan rakyat/syariah (BPR/S) menjadi community bank di wilayah operasi kerjanya. Hal ini dimaksudkan agar BPR bisa lebih dekat dengan masyarakat dan memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Kepala Kantor Perwakilan BI Wilayah I Sulampua, Suhaedi, Minggu (1/12/2013) mengatakan, BPR hendaknya lebih inovatif dalam menggali potensi dan kebutuhan masyarakat dimana bank tersebut beroperasi.

"Community bank itu adalah bagaimana bank tumbuh bersama di tengah-tengah masyarakat. Saya yakin BPR akan tetap survive jika lebih kreatif dan inovatif. Dan ini akan berdampak pada percepatan pertumbuhan," katanya.

Berdasarkan data BI, perkembangan BPR/S di triwulan III 2013 menunjukan kinerja yang masih cukup baik.

Hal ini terindikasi dari pertumbuhan aset. Dimana aset perbankan kelompok BPR/S mengalami peningkatan pertumbuhan menjadi sebesar 18,17 persen (yoy) dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 11,53 persen (yoy) atau menjadi Rp 1,18 triliun.

Sementara itu, perkembangan dana pihak ketiga (DPK) dan kredit atau pembiayaan tercatat bertumbuh namun melambat.

Dari sisi penghimpunan DPK, BPR/S mengalami pelambatan pertumbuhan dari 19,61 persen (yoy) pada triwulan II 2013 menjadi 28,01 persen (yoy) pada triwulan III 2013. Sementara penyaluran kredit atau pembiayan melambat dari 27,36 persen di triwulan II 2013 menjadi 30,59 persen di triwulan III 2013.

Dijelaskan, perlambatan pertumbuhan BPR/S tak terlepas dari kondisi ekonomi yang juga melambat secara nasional sehingga berdampak pada sektor perbankan. Selain itu, ketersediaan dana juga semakin terbatas.

"Dana terbatas jadi ada perlambatan penyerapan dana. Dana ini kan juga untuk penyaluran kredit. Nah dengan terbatasnya dana, otomatis bank yang bersangkutan tidak bisa memberikan kredit yang terlalu banyak," jelasnya.

Olehnya itu, kata dia, BPR mesti lebih inovatif dalam menggali potensi yang ada dalam masyarakat. "Namun yang terpenting dalam kondisi sekarang, bank makin selektif mengelola kredit sehingga resiko kredit macet bisa dikendalikan," tambahnya. (*)
Penulis: Hasriani
Editor: Muh. Taufik
 
Sumber : http://makassar.tribunnews.com/2013/12/02/bpr-didorong-jadi-community-bank
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

hubungi administrator untuk komentar.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.