Jumat, 01 November 2013

BI: Kondisi Perbankan Indonesia Sehat Indikator rasio kecukupan modal (CAR) jauh di atas ketentuan BI.

VIVAnews - Bank Indonesia mencatat bahwa stabilitas sistem keuangan tetap terjaga, dengan dukungan ketahanan industri perbankan dari berbagai tekanan ekonomi.

Gubernur BI, Agus Martowardojo, Selasa 8 Oktober 2013, mengungkapkan, saat ini kondisi perbankan Indonesia terpantau sehat, dengan indikator rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 17,89 persen, jauh di atas ketentuan BI sebesar delapan persen. Sementara itu, dari sisi kredit bermasalah (non performing loan) terjaga di level 1,99 persen pada Agustus 2013.

"Hasil, stress test baik dari sisi likuiditas, kredit maupun permodalan menunjukkan ketahanan industri perbankan yang kuat terhadap berbagai risiko perlambatan ekonomi," kata Agus di Gedung BI, Jakarta.

Di sisi lain, angka pertumbuhan kredit mulai menunjukkan perlambatan, meskipun pada Agustus 2013 masih cukup tinggi sebesar 22,2 persen year on year (yoy). Pertumbuhan kredit, terutama dipengaruhi adanya penarikan kredit dari komitmen sebelumnya, di samping itu pengaruh penghitungan nilai tukar.

"Ke depan, BI memperkirakan pertumbuhan kredit akan melambat, seiring dengan kenaikan suku bunga, perlambatan permintaan domestik, dan kebijakan makro prudensial yang ditempuh BI," tegasnya.

Sementara itu, Deputi Gubernur BI, Halim Alamsyah, mengatakan, dari hasil stress test yang dilakukan BI menujukkan perkembangan perbankan yang cukup solid. Bahkan, ia memperkirakan hingga akhir tahun, NPL masih di kisaran yang cukup rendah di bawah satu persen.

"Kami juga memahami kenaikan suku bunga, biasanya diikuti naiknya NPL. Dan dari hasil stress test bank per bank, menunjukkan secara umum NPL naik, tapi sedikit. Akhir tahun, NPL tidak tinggi, hanya nol koma sekian persen," ujarnya.

Namun, dia menambahkan, hasil pengujian tersebut juga menyebutkan, kenaikan NPL terutama terjadi pada kegiatan usaha yang tidak terlalu besar. Bukan ke industri yang besar, tapi ke industri yang kecil terutama UMKM.

"Tapi, kenaikan ini tidak mengkhawatirkan, ini kecil sekali kok. Tapi, kami tetap perhatikan, mungkin ada ekspor yang melambat, sehingga kinerja tidak baik," tegasnya. (art)
Sumber : http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/450084-bi--kondisi-perbankan-indonesia-sehat
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

hubungi administrator untuk komentar.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.