Jumat, 19 Juni 2015

PD. BPR LPK JALANCAGAK MELAKUKAN TRANSFORMASI BISNIS MENJADI PT. BPR KARYA UTAMA JABAR (BPR KU)

SEJAK melakukan transformasi bisnis pertama melalui proses merger dari 5 (lima) PD.BPR LPK di Kabupaten Subang pada tanggal 22 September 2011, PD BPR LPK JALANCAGAK yang sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Subang dan bank bjb, terus menunjukkan kemampuannya untuk tumbuh secara berkelanjutan menjadi bank yang dapat memenuhi kebutuhan para nasabahnya. Hingga akhir tahun 2014, PD.BPR LPK JALANCAGAK berhasil menunjukkan kinerja positif di tengah kondisi makro yang sangat menantang.

“Semua sektor rata-rata tumbuh dua kali lipat lebih dibandingkan dengan saat pertama kali merger. Total aset yang pada awal merger hanya sebesar Rp.84 Miliar tumbuh menjadi Rp.179 Miliar. Dana Pihak Ketiga tumbuh dari Rp.41 Miliar menjadi Rp.76 Miliar. Penyaluran Kredit UMKM dari Rp.68 Miliar tumbuh menjadi Rp.155 Miliar pada akhir tahun 2014. Sedangkan modal disetor saat ini tercatat sebesar Rp.17,95 Miliar dengan perolehan laba bersih Rp.3,04 Miliar,” ujar Oman Sunandar, Direktur Utama PD.BPR LPK JALANCAGAK.

Setelah melewati fase transformasi bisnis pertama melalui pelaksanaan merger empat tahun yang lalu, kini PD BPR LPK JALANCAGAK telah melaksanakan fase transformasi bisnis kedua, yaitu dengan melakukan perubahan nama dan bentuk badan hukum Perusahaan Daerah (PD) BPR LPK JALANCAGAK menjadi Perseroan Terbatas (PT) BPR KARYA UTAMA JABAR (call name BPR KU). Secara legal formal perubahan nama dan bentuk badan hukum ini telah mendapat pengesahan melalui Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor AHU-39469.40.10.2014 tanggal 12 Desember 2014 serta telah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perubahan nama dan badan hukum ini berlaku efektif pada tanggal 1 juni 2015.

“Melalui perubahan nama dan bentuk badan hukum ini PT. BPR KARYA UTAMA JABAR akan mempunyai prospek usaha yang lebih baik, sekaligus untuk memperkuat fondasi bisnis dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan berlaku mulai awal tahun 2016,” pungkas Oman yang sekarang menjadi Direktur Utama BPR KU.
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

hubungi administrator untuk komentar.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.