Kantor Pusat Non Operasional (KPNO) dan Kantor Pusat Operasional (KPO)

Alamat KPNO : Jl. Raya Jalancagak No. 151 Kab. Subang Tlp. (0260) 472100 fax: (0260) 471186 (Lantai 2) Alamat KPO : Jl. Raya Jalancagak No. 151 Kab. Subang Tlp/Fax. (0260) 470151 (Lantai 1)

Kantor Cabang Cisalak

Alamat: Jl. Raya Cisalak No. 1 Cisalak Kab. Subang tlp. (0260) 480685 fax.(0260) 480659

Kantor Cabang Pagaden

Alamat: Kompleks Pagaden Plaza Blok H /7-8 Kecamatan Pagaden Tlp. (0260)450079 Fax. (0260)451468

Kantor Cabang Purwadadi

Alamat: Jl.Raya Purwadadi No.99 Kecamatan Purwadadi Tlp. (0260)7490678 fax. (0260)7490719

Kantor Cabang Pamanukan

Alamat: Jl.Husein Kertadibrata No.77 Kecamatan Pamanukan Tlp/Fax. (0260)551997

Selasa, 05 September 2017

5 tahun berturut-turut dgn predikat "Sangat Bagus" akhirnya BPRKU Mendapatkan penghargaan "GOLDEN AWARD" dari Infobank


Sungguh... prestasi yg Fantastis hasil kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas seluruh elemen pegawai BPRKU telah membuahkan hasil. 5 tahun berturut2 dgn predikat "Sangat Bagus" Infobank memberikan penghargaan "GOLDEN AWARD" untuk BPRKU.
Kami ucapkan terima kasih kepada para pemegang saham (Pemprov Jabar, Pemkab Subang dan Bank bjb), stakeholder dan kepercayaan dr seluruh nasabah atas dukungan dan supportnya. Semoga Award ini menjadi cambuk bagi BPRKU untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja di masa yg akan datang untuk lebih baik, lebih sehat dan lebih bermanfaat, aamiin yra.

Bali, 11 Agustus 2017



Rabu, 26 Agustus 2015

3 TAHUN BERTURUT-TURUT PT BPR KARYA UTAMA JABAR MERAIH PENGHARGAAN “INFOBANK BPR AWARD”

Jakarta,  Agustus 2015 Kinerja PT BPR Karya Utama Jabar (BPR KU) yang sebelumnya bernama PD BPR LPK Jalancagak kembali mendapat apresiasi dari lembaga penilai kinerja perbankan yang berkompeten. Bertempat di Merlynn Park Hotel di Jakarta Pusat pada tanggal 21 Agustus 2015 Bank Perkreditan Rakyat milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Subang dan bank bjb ini kembali muncul dalam jajaran 433 BPR Terbaik penerima Anugerah “Infobank BPR Award 2015”.

Penganugerahan BPR Award ini berdasarkan hasil rating yang dilakukan Biro Riset Infobank, dari 599 BPR yang dirating, 433 BPR berhasil meraih predikat kinerja sangat bagus, 108 BPR berpredikat bagus, 25 berpredikat cukup bagus, 32 berpredikat tidak bagus, dan satu BPR tereliminasi.

Direktur Biro Riset Infobank Eko B. Supriyanto mengatakan skor yang diraih BPR-BPR ini secara angka jauh di atas angka yang diperoleh bank-bank umum.  Menurutnya, ini menunjukkan tingkat competitiveness BPR cukup tinggi saat berhadapan BPR langsung dengan bank-bank umum yang sudah merambah ke daerah operasional BPR. BPR tetap bisa survive meski berhadapan langsung dengan bank-bank umum yang memiliki kapasitas lebih besar dari mereka.

Dalam rating BPR ini, Biro Riset Infobank mengelompokkan BPR dalam enam kategori berdasarkan aset, yakni BPR beraset Rp25miliar sampai dengan di bawah Rp50 miliar (ada 253 BPR), BPR beraset Rp50 miliar sampai dengan di bawah Rp100 miliar (171 BPR),  BPR beraset Rp100 miliar sampai dengan di bawah Rp250 miliar (126 BPR), BPR beraset Rp250 miliar sampai dengan Rp500 miliar (32 BPR), BPR beraset Rp500 miliar sampai dengan Rp1 triliun BPR (8 BPR), dan BPR beraset Rp1 triliun ke atas (9 BPR). PT BPR Karya Utama Jabar sendiri ditetapkan sebagai salah satu BPR Berkinerja Sangat Bagus untuk kategori BPR beraset Rp100 miliar sampai dengan di bawah Rp250 miliar

“ Ini adalah untuk ketiga kalinya kami menerima penghargaan bergengsi ini secara berturut-turut, yaitu pada tahun 2013, 2014 dan 2015 ini. Diharapkan penghargaan ini akan menjadi motivasi bagi seluruh karyawan kami untuk meningkatkan kinerjanya” ujar Oman Sunandar, Direktur Utama BPR KU sesaat setelah menerima penghargaan.

Kiprah PT BPR Karya Utama Jabar saat ini memang  patut diperhitungkan dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga intermediasi perbankan untuk memberdayakan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di pedesaan.

Berdasarkan data statistik perbankan yang dirilis dalam website Otoritas Jasa Keuangan posisi bulan Juli 2015, PT BPR Karya Utama Jabar masih tercatat dalam jajaran 100 BPR beraset terbesar peringkat 83 dari 1.644 BPR skala nasional” imbuh Maman Sukirman, Direktur Operasional PT BPR Karya Utama Jabar yang mendampingi Oman Sunandar dalam acara penganugerahan Infobank BPR Award 2015 tersebut. (Humas BPRKU)

Jumat, 19 Juni 2015

PD. BPR LPK JALANCAGAK MELAKUKAN TRANSFORMASI BISNIS MENJADI PT. BPR KARYA UTAMA JABAR (BPR KU)

SEJAK melakukan transformasi bisnis pertama melalui proses merger dari 5 (lima) PD.BPR LPK di Kabupaten Subang pada tanggal 22 September 2011, PD BPR LPK JALANCAGAK yang sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Subang dan bank bjb, terus menunjukkan kemampuannya untuk tumbuh secara berkelanjutan menjadi bank yang dapat memenuhi kebutuhan para nasabahnya. Hingga akhir tahun 2014, PD.BPR LPK JALANCAGAK berhasil menunjukkan kinerja positif di tengah kondisi makro yang sangat menantang.

“Semua sektor rata-rata tumbuh dua kali lipat lebih dibandingkan dengan saat pertama kali merger. Total aset yang pada awal merger hanya sebesar Rp.84 Miliar tumbuh menjadi Rp.179 Miliar. Dana Pihak Ketiga tumbuh dari Rp.41 Miliar menjadi Rp.76 Miliar. Penyaluran Kredit UMKM dari Rp.68 Miliar tumbuh menjadi Rp.155 Miliar pada akhir tahun 2014. Sedangkan modal disetor saat ini tercatat sebesar Rp.17,95 Miliar dengan perolehan laba bersih Rp.3,04 Miliar,” ujar Oman Sunandar, Direktur Utama PD.BPR LPK JALANCAGAK.

Setelah melewati fase transformasi bisnis pertama melalui pelaksanaan merger empat tahun yang lalu, kini PD BPR LPK JALANCAGAK telah melaksanakan fase transformasi bisnis kedua, yaitu dengan melakukan perubahan nama dan bentuk badan hukum Perusahaan Daerah (PD) BPR LPK JALANCAGAK menjadi Perseroan Terbatas (PT) BPR KARYA UTAMA JABAR (call name BPR KU). Secara legal formal perubahan nama dan bentuk badan hukum ini telah mendapat pengesahan melalui Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor AHU-39469.40.10.2014 tanggal 12 Desember 2014 serta telah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perubahan nama dan badan hukum ini berlaku efektif pada tanggal 1 juni 2015.

“Melalui perubahan nama dan bentuk badan hukum ini PT. BPR KARYA UTAMA JABAR akan mempunyai prospek usaha yang lebih baik, sekaligus untuk memperkuat fondasi bisnis dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan berlaku mulai awal tahun 2016,” pungkas Oman yang sekarang menjadi Direktur Utama BPR KU.